Kuliner Yogyakarta

7 Destinasi Kuliner Yogyakarta Khas Jawa yang Wajib Masuk Wishlist Pecinta Makanan Tradisional

albergolevoilier – Kuliner Yogyakarta memang nggak pernah kehabisan cara buat bikin orang jatuh hati. Selain terkenal sebagai Kota Pelajar dan gudangnya destinasi wisata budaya, kota ini juga punya surga kuliner yang bikin siapa pun rela datang lagi hanya demi seporsi makanan. Mulai dari hidangan bercita rasa manis yang jadi ciri khas masyarakat Jawa, makanan berbumbu rempah yang kaya rasa, sampai sajian sederhana yang justru punya cerita panjang di balik kelezatannya.

Banyak wisatawan datang ke Jogja bukan cuma buat jalan-jalan ke Malioboro atau Candi Prambanan, tapi juga sengaja menyusun itinerary kuliner dari pagi sampai malam. Bahkan nggak sedikit yang bilang kalau liburan ke Jogja terasa kurang lengkap kalau belum nyobain gudeg, sate klathak, atau nongkrong di angkringan sambil menikmati suasana malam kota.

Menariknya lagi, sebagian besar kuliner legendaris di Jogja masih mempertahankan resep turun-temurun. Cara memasaknya pun masih menggunakan teknik tradisional sehingga rasa autentiknya tetap terjaga meski sudah puluhan tahun berdiri. Hal inilah yang membuat wisata kuliner di Jogja selalu punya daya tarik tersendiri dibanding kota lain.

Kalau kamu lagi berencana liburan ke Yogyakarta , tujuh destinasi kuliner berikut wajib banget masuk daftar kunjungan.

Tabel Rekomendasi Kuliner Khas Yogyakarta

DestinasiMenu AndalanKisaran HargaLokasi
Gudeg Yu DjumGudeg KrecekRp25.000–Rp60.000Wijilan
Sate Klathak Pak PongSate KlathakRp30.000–Rp60.000Bantul
Bakmi Jawa Mbah GitoBakmi Jawa RebusRp30.000–Rp45.000Kotagede
Oseng Mercon Bu NartiOseng MerconRp25.000–Rp40.000Ngampilan
Mangut Lele Mbah MartoMangut LeleRp30.000–Rp45.000Sewon, Bantul
Brongkos HandayaniBrongkosRp25.000–Rp40.000Mantrijeron
Angkringan Lik ManKopi Joss & Nasi KucingRp5.000–Rp30.000Dekat Stasiun Tugu

Gudeg Yu Djum, Ikon Kuliner Jogja yang Nggak Pernah Sepi

Kalau ngomongin makanan khas Jogja, hampir semua orang pasti langsung kepikiran gudeg. Makanan berbahan dasar nangka muda ini sudah menjadi identitas kuliner Yogyakarta sejak puluhan tahun lalu. Salah satu tempat paling terkenal untuk menikmatinya adalah Gudeg Yu Djum.

Gudeg Yu Djum dikenal karena mempertahankan proses memasak tradisional menggunakan kayu bakar selama berjam-jam. Proses memasak yang lama membuat bumbu meresap sempurna ke dalam nangka muda sehingga menghasilkan cita rasa manis yang khas tanpa terasa berlebihan.

Satu porsi gudeg biasanya disajikan bersama ayam kampung, telur pindang, tahu, tempe, sambal goreng krecek, dan kuah areh yang gurih. Kombinasi rasa manis, gurih, dan sedikit pedas dari krecek menciptakan perpaduan yang bikin susah berhenti makan.

Lokasi Gudeg Yu Djum yang berada di kawasan Wijilan juga dikenal sebagai sentra gudeg legendaris. Jadi setelah makan, kamu masih bisa berburu oleh-oleh gudeg kemasan yang praktis dibawa pulang.

Sate Klathak Pak Pong, Sate Kambing dengan Cara Masak yang Unik

Kalau biasanya sate ditusuk menggunakan bambu, sate klathak justru memakai jeruji besi sepeda sebagai tusuk sate. Sekilas memang terdengar aneh, tapi justru di situlah letak keunikannya.

Jeruji besi mampu menghantarkan panas hingga ke bagian dalam daging sehingga proses pemasakan menjadi lebih merata. Hasilnya, daging kambing matang sempurna tetapi tetap empuk dan juicy.

Salah satu tempat paling populer untuk menikmati sate klathak adalah Pak Pong di kawasan Bantul. Berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunakan bumbu kacang atau kecap, sate klathak hanya dibumbui garam dan sedikit merica sebelum dibakar.

Kesederhanaan bumbu ini justru membuat rasa asli daging kambing lebih terasa. Biasanya sate disajikan bersama kuah gulai hangat yang kaya rempah sehingga memberikan sensasi makan yang berbeda.

Nggak heran kalau saat musim liburan, antrean pengunjung bisa mengular hingga luar area restoran.

Bakmi Jawa Mbah Gito yang Selalu Bikin Kangen

Bakmi Jawa menjadi salah satu comfort food favorit masyarakat Jogja. Berbeda dari mi ayam pada umumnya, Bakmi Jawa dimasak satu per satu menggunakan anglo berbahan bakar arang sehingga aroma smokey-nya sangat khas.

Salah satu tempat paling terkenal adalah Bakmi Jawa Mbah Gito.

Begitu masuk ke area rumah makan, suasana tradisional Jawa langsung terasa. Interior bangunan didominasi kayu, ukiran khas Jawa, dan ornamen yang membuat pengunjung seperti sedang bertamu ke rumah joglo.

Menu favoritnya adalah bakmi godhog atau bakmi rebus. Kuah kaldunya gurih dengan aroma bawang putih yang kuat, dipadukan suwiran ayam kampung, telur bebek, kol, tomat, serta taburan bawang goreng.

Kalau suka tekstur mi yang lebih kering, kamu juga bisa mencoba bakmi goreng yang dimasak menggunakan resep yang sama. Proses memasak manual membuat setiap porsi terasa fresh karena baru dibuat setelah dipesan.

Selain bakmi, tersedia pula nasi goreng Jawa dan magelangan yang nggak kalah populer di kalangan wisatawan.

Oseng Mercon Bu Narti, Surga buat Pecinta Pedas

Buat kamu yang menganggap makanan Jogja identik dengan rasa manis, Oseng Mercon Bu Narti siap mematahkan anggapan tersebut.

Kuliner legendaris ini terkenal karena tingkat kepedasannya yang benar-benar “meledak”, sesuai dengan nama mercon yang berarti petasan.

Menu utamanya berupa potongan daging sapi, kikil, gajih, dan tetelan yang dimasak bersama cabai rawit dalam jumlah melimpah. Warna merah menyala dari kuahnya saja sudah cukup bikin orang berkeringat sebelum mulai makan.

Meski terkenal pedas, rasa gurih rempahnya tetap seimbang sehingga sensasi pedas tidak menutupi cita rasa dagingnya.

Biasanya satu porsi oseng mercon disantap bersama nasi putih hangat dan es teh manis agar rasa pedasnya sedikit berkurang. Tempat makan ini hampir selalu ramai, terutama pada malam hari saat wisatawan mulai berburu kuliner khas Jogja.

Kalau belum terbiasa makan pedas ekstrem, sebaiknya siapkan minuman lebih dulu sebelum mulai menyantap hidangan ini.

Mangut Lele Mbah Marto, Sajian Tradisional yang Masih Dimasak dengan Tungku

Kalau ingin merasakan suasana makan yang benar-benar tradisional, Mangut Lele Mbah Marto wajib masuk dalam daftar destinasi kuliner saat berada di Jogja. Rumah makan yang berada di kawasan Sewon, Bantul ini sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan hingga sekarang masih mempertahankan cara memasak menggunakan tungku kayu.

Mangut lele sendiri merupakan hidangan khas Jawa yang menggabungkan ikan lele asap dengan kuah santan berbumbu rempah. Sebelum dimasak, lele terlebih dahulu diasapi sehingga menghasilkan aroma smoky yang khas. Setelah itu ikan dimasukkan ke dalam kuah santan yang telah diberi cabai, bawang merah, bawang putih, lengkuas, daun salam, kemangi, serta berbagai rempah lainnya.

Hasil akhirnya adalah perpaduan rasa gurih, sedikit pedas, dan aroma asap yang sulit ditemukan pada hidangan lain. Daging lelenya tetap lembut, sementara kuah santannya terasa kaya namun tidak membuat enek.

Yang membuat pengalaman makan di sini semakin berkesan adalah suasana dapurnya yang masih terbuka. Pengunjung bisa melihat langsung proses memasak yang dilakukan secara tradisional. Asap dari tungku kayu, aroma rempah yang memenuhi ruangan, hingga aktivitas para juru masak menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang sulit dilupakan.

Banyak wisatawan sengaja datang lebih awal karena jumlah porsi yang tersedia setiap hari cukup terbatas. Tidak sedikit pula yang rela mengantre demi mencicipi mangut lele yang sudah menjadi legenda di Yogyakarta ini.

Brongkos Handayani, Kuliner Klasik yang Mulai Sulit Ditemukan

Di antara sekian banyak makanan khas Jogja, brongkos mungkin menjadi salah satu yang belum terlalu dikenal wisatawan. Padahal, hidangan ini memiliki sejarah panjang sebagai makanan favorit keluarga Keraton Yogyakarta.

Brongkos merupakan semur khas Jawa yang menggunakan kuah berwarna cokelat kehitaman karena memanfaatkan kluwek sebagai salah satu bahan utamanya. Sekilas tampilannya memang mirip rawon, tetapi cita rasanya jauh berbeda. Kuahnya lebih kental dengan sentuhan santan yang membuat rasa gurih semakin terasa.

Isian brongkos biasanya terdiri dari daging sapi, tahu, telur rebus, kacang tolo, serta cabai utuh yang dimasak perlahan hingga seluruh bumbu meresap sempurna.

Salah satu tempat yang terkenal menyajikan hidangan ini adalah Brongkos Handayani di kawasan Mantrijeron. Rumah makan sederhana ini sudah berdiri selama puluhan tahun dan masih mempertahankan resep turun-temurun.

Setiap suapan menghadirkan perpaduan rasa gurih, sedikit manis, serta aroma rempah yang kuat namun tetap nyaman di lidah. Hidangan ini biasanya disantap bersama nasi putih hangat, kerupuk, dan sambal sehingga semakin nikmat.

Buat kamu yang ingin mengeksplorasi kuliner Jogja lebih dalam, brongkos bisa menjadi alternatif selain gudeg yang sudah lebih dulu populer.

Angkringan Lik Man, Tempat Nongkrong Paling Ikonik di Jogja

Belum lengkap rasanya berkunjung ke Jogja kalau belum mampir ke angkringan. Konsep makan sederhana di pinggir jalan ini justru menjadi salah satu daya tarik utama kota ini. Di antara banyaknya angkringan yang tersebar di berbagai sudut kota, Angkringan Lik Man menjadi salah satu yang paling legendaris.

Lokasinya yang berada tidak jauh dari Stasiun Tugu membuat tempat ini selalu ramai oleh wisatawan maupun warga lokal. Suasananya sangat santai. Pengunjung bisa duduk lesehan atau menikmati makanan sambil berbincang hingga larut malam.

Menu yang tersedia sangat beragam. Mulai dari nasi kucing, sate usus, sate telur puyuh, sate ati ampela, gorengan, tempe bacem, tahu bacem, hingga aneka minuman hangat.

Namun, menu yang paling terkenal tentu saja adalah Kopi Joss. Minuman ini dibuat dengan cara unik, yaitu memasukkan arang panas yang masih membara langsung ke dalam segelas kopi hitam. Bunyi “joss” saat arang bersentuhan dengan kopi menjadi asal mula nama minuman tersebut.

Meski terlihat tidak biasa, banyak orang percaya bahwa proses tersebut mampu mengurangi kadar asam kopi sekaligus memberikan aroma yang lebih khas. Terlepas dari benar atau tidaknya anggapan tersebut, sensasi menikmati Kopi Joss di tengah suasana malam Jogja memang menjadi pengalaman yang selalu dicari wisatawan.

Angkringan juga memperlihatkan sisi lain budaya masyarakat Jogja yang sederhana dan akrab. Di tempat ini, wisatawan, mahasiswa, pekerja, hingga seniman bisa duduk berdampingan tanpa memandang latar belakang.

Kenapa Kuliner Jogja Selalu Bikin Orang Ingin Kembali?

Ada alasan mengapa wisata kuliner menjadi salah satu magnet terbesar Yogyakarta. Kota ini berhasil mempertahankan resep tradisional di tengah berkembangnya berbagai tren makanan modern. Banyak rumah makan legendaris yang tetap menggunakan teknik memasak turun-temurun, mulai dari memasak dengan tungku kayu, menggunakan anglo berbahan arang, hingga mempertahankan racikan bumbu keluarga yang diwariskan selama beberapa generasi.

Selain cita rasa yang autentik, harga makanan di Jogja juga relatif ramah di kantong dibandingkan kota wisata lainnya. Dengan anggaran yang tidak terlalu besar, wisatawan sudah bisa menikmati berbagai makanan legendaris yang kualitas rasanya diakui selama bertahun-tahun.

Faktor lain yang membuat pengalaman kuliner di Jogja terasa berbeda adalah suasana kotanya. Menikmati gudeg di pagi hari, berburu bakmi Jawa saat malam, hingga menghabiskan waktu di angkringan sambil mendengar suara kereta yang melintas menjadi pengalaman yang sulit digantikan oleh kota lain.

Tidak heran jika banyak orang mengatakan bahwa Jogja selalu menghadirkan rasa rindu. Bukan hanya karena destinasi wisatanya, tetapi juga karena setiap sudut kotanya menyimpan cita rasa yang mampu membawa kenangan bagi siapa saja yang pernah mencicipinya.

Statistik Pariwisata Yogyakarta

IndikatorData
ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta
Kabupaten/Kota5
Destinasi wisataRibuan lokasi wisata alam, budaya, dan buatan
Kontributor wisata terbesarWisata budaya dan kuliner
Kuliner paling dikenalGudeg, Sate Klathak, Bakmi Jawa, Angkringan

Referensi

Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta
https://yogyakarta.bps.go.id

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta
https://visitingjogja.jogjaprov.go.id

Gudeg Yu Djum
https://gudegyudjum.com

Sate Klathak Pak Pong
https://www.instagram.com/sateklathakpakpong

Wonderful Indonesia – Yogyakarta
https://www.indonesia.travel/id/id/destinasi/java/yogyakarta