image 10 Le Voilier Stay

73 Kapal Pesiar Mewah Bakal Singgah di Pelabuhan Benoa 2026

•


Ringkasan: PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mencatat 73 kapal pesiar mewah telah terdaftar untuk singgah di Pelabuhan Benoa, Bali, sepanjang 2026. Angka ini melanjutkan tren kenaikan sejak 2023, seiring rampungnya pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) yang menelan investasi hingga Rp1,6 triliun untuk marina dan perpanjangan dermaga.

Apa Itu Kabar 73 Kapal Pesiar Mewah di Pelabuhan Benoa 2026?

Pejabat Pelindo meninjau peta masterplan sandar kapal pesiar mewah di Pelabuhan Benoa 2026 di terminal internasional.

73 kapal pesiar mewah adalah jumlah kapal yang telah mendaftar untuk bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, sepanjang tahun 2026. Angka ini diumumkan Pelindo pada November 2025, seiring peningkatan kapasitas sandar di kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).

General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gede Agung Mataram, menyampaikan bahwa dari sisi fasilitas dan layanan, pihaknya siap menjadi markas pelabuhan pariwisata internasional — pernyataan yang disampaikannya di Denpasar pada 15 November 2025.

Mengapa Angka Ini Penting bagi Pariwisata Bahari Bali di 2026?

Wisatawan mancanegara turun dari kapal pesiar mewah di dermaga Pelabuhan Benoa disambut pemandu wisata lokal.

Kenaikan pendaftaran kapal pesiar untuk 2026 bukan lonjakan tiba-tiba, melainkan puncak dari tren yang konsisten naik sejak 2023. Pelindo mencatat jumlah kunjungan kapal pesiar di Benoa tumbuh nyaris setiap tahun, sejalan dengan perluasan dermaga dan fasilitas terminal penumpang internasional di kawasan tersebut.

Benoa juga bukan pemain tunggal. Secara nasional, kunjungan kapal pesiar ke seluruh pelabuhan Indonesia menembus 215 call sepanjang 2025, dan Benoa menjadi kontributor utama dengan pangsa sekitar 30 persen dari total kunjungan nasional itu. Posisi ini menegaskan Benoa sebagai gerbang utama wisata bahari premium di Indonesia, bukan sekadar salah satu titik singgah di antara banyak pelabuhan lain.

Dampak ekonominya langsung terasa di lapangan: setiap kunjungan kapal pesiar menggerakkan aktivitas turis darat, transportasi, UMKM, dan jasa pariwisata pendukung di sekitar Denpasar dan Badung.

Data Pertumbuhan Kunjungan Kapal Pesiar di Benoa (2023–2026)

Petugas navigasi pelabuhan memantau data lalu lintas maritim dan lonjakan kunjungan kapal pesiar di Pelabuhan Benoa.

Berikut rekap resmi jumlah kunjungan dan penumpang kapal pesiar di Pelabuhan Benoa berdasarkan rilis Pelindo dan Antara.

TahunJumlah KunjunganJumlah PenumpangSumber
202348 kali78.241 orangPelindo, via Antara
202456 kali107.717 orangPelindo, via Antara
2025 (per awal November)49 kali96.013 orangPelindo, via Antara
2025 (realisasi akhir tahun)65 kali146.105 orangPelindo, via Investor Trust
2026 (terdaftar)73 kapalBelum dirilisPelindo, via Antara/Kompas

Realisasi akhir 2025 — 65 kunjungan dengan 146.105 penumpang — melampaui estimasi awal Pelindo sebesar 66 kunjungan yang sempat disampaikan pada pertengahan November 2025, dan hampir tiga kali lipat volume penumpang tahun 2023. Jika tren kenaikan tahunan ini berlanjut, 73 pendaftaran untuk 2026 berpotensi kembali mencatatkan rekor kunjungan baru di Benoa.

Rute dan Asal Kapal Pesiar yang Singgah di Benoa

Kapal pesiar internasional melintasi jalur laut Selat Badung mendekati Pelabuhan Benoa Bali.

Kapal pesiar yang dijadwalkan singgah di Benoa melayani rute internasional dari Australia, Selandia Baru, Singapura, serta sejumlah kawasan Asia Pasifik lainnya. Kombinasi rute ini menjadikan Benoa titik transit strategis dalam jalur pelayaran kapal pesiar kawasan Pasifik selatan menuju Asia Tenggara.

Selain sebagai titik singgah reguler, Pelindo turut mengembangkan konsep butterfly route cruise yang menghubungkan Benoa dengan pelabuhan-pelabuhan strategis lain di Indonesia, termasuk Tanjung Emas, Tanjung Perak, Gilimanuk, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat — memperluas cakupan Bali sebagai simpul, bukan hanya titik akhir, jalur pelayaran wisata.

Perkembangan Infrastruktur Bali Maritime Tourism Hub (BMTH)

Proyek perluasan dermaga dan konstruksi marina Bali Maritime Tourism Hub di Pelabuhan Benoa.

BMTH adalah proyek strategis nasional yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020, sebagai perubahan ketiga atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Kawasan ini dikembangkan Pelindo untuk menata Pelabuhan Benoa menjadi dua zona besar: Zona Fasilitas Pokok (terminal, petikemas dan general cargo, marina/pariwisata, curah cair dan gas, serta terminal penumpang) dan Zona Fasilitas Penunjang (logistik, Port Associate Industry, hingga zona pemerintahan).

Beberapa milestone infrastruktur yang sudah terealisasi dan mendukung kesiapan Benoa menyambut 73 kapal pesiar pada 2026:

  1. Perpanjangan dermaga kapal wisata: panjang dermaga bertambah dari 150 meter menjadi 500 meter, dengan rencana lanjutan hingga total 1.300 meter agar mampu menampung empat kapal pesiar secara bersamaan.
  2. Pendalaman kolam pelabuhan: kolam pelabuhan diperdalam hingga -12 meter LWS agar bisa menampung kapal pesiar berukuran lebih besar.
  3. Kapasitas sandar simultan: sejak Februari 2025, dermaga sudah mampu disandari tiga kapal pesiar jumbo secara bersamaan.
  4. Kapasitas terminal penumpang internasional: mampu melayani proses debarkasi dan embarkasi hingga 3.000 orang.
  5. Pembangunan Benoa Marina: groundbreaking dilakukan 22 Mei 2025 di lahan seluas 3,3 hektare, dengan kapasitas 180 dermaga basah untuk yacht dan kapal pesiar mewah hingga panjang 90 meter, dilengkapi Premium Yacht Club, Crew Club, area MICE, F&B, dan ritel.
  6. Nilai investasi BMTH: proyek pengembangan menelan investasi hingga Rp1,6 triliun melalui anak usaha Pelindo, PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL), dengan target dermaga utama mampu menerima kapal pesiar hingga panjang 350 meter.
  7. Target operasional penuh: Benoa Marina ditargetkan beroperasi sebagian pada kuartal keempat 2025 dan beroperasi penuh pada 2027.

Cara Bali Bersiap Menyambut Lonjakan Kunjungan Kapal Pesiar 2026

Kawasan penataan gerbang Mandala Utara BMTH Pelabuhan Benoa siap menyambut lonjakan wisatawan kapal pesiar 2026.
  1. Perluasan kapasitas dermaga. Pelindo melanjutkan perpanjangan dermaga menuju target 1.300 meter agar empat kapal pesiar bisa sandar bersamaan, mengurangi risiko antrean saat musim puncak kunjungan.
  2. Penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Pelindo secara aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah, operator kapal pesiar, dan agen wisata untuk memastikan setiap kunjungan memberi manfaat ekonomi optimal bagi masyarakat sekitar Benoa.
  3. Pengembangan marina kelas dunia. Benoa Marina dibangun bersama mitra internasional untuk melayani segmen yacht dan superyacht, melengkapi segmen kapal pesiar besar yang sudah ada.
  4. Penataan kawasan pendukung. Zona pariwisata di dalam Pelabuhan Benoa ditata ulang, termasuk pembangunan penanda kawasan seperti Patung Ikan Barong setinggi 32 meter di Mandala Utara, sebagai bagian dari transformasi identitas visual BMTH.
  5. Relokasi bertahap aktivitas perikanan. Sebagian aktivitas pelabuhan perikanan yang sebelumnya berada di kawasan yang sama dipindahkan secara bertahap agar zona wisata dan zona operasional lain tidak saling tumpang tindih.

FAQ — 73 Kapal Pesiar Mewah di Pelabuhan Benoa 2026

Apa itu kabar 73 kapal pesiar mewah di Pelabuhan Benoa 2026?

Ini adalah jumlah kapal pesiar mewah yang telah terdaftar Pelindo untuk singgah di Pelabuhan Benoa sepanjang 2026, diumumkan pada November 2025 seiring pengembangan Bali Maritime Tourism Hub.

Bagaimana tren kunjungan kapal pesiar di Benoa sejak 2023?

Kunjungan naik dari 48 kali (2023, 78.241 penumpang) menjadi 56 kali (2024, 107.717 penumpang), lalu 65 kali dengan 146.105 penumpang pada realisasi akhir 2025 — sebelum 73 pendaftaran untuk 2026.

Dari negara mana saja kapal pesiar yang singgah di Benoa berasal?

Rute yang dilayani mencakup Australia, Selandia Baru, Singapura, dan sejumlah kawasan Asia Pasifik lainnya, dengan pengembangan rute lanjutan ke pelabuhan lain di Indonesia melalui skema butterfly route cruise.


Ditulis oleh Tim Redaksi albergolevoilier.com, dengan fokus liputan pariwisata bahari dan maritim Bali. Data bersumber dari rilis resmi Pelindo serta pemberitaan Antara, Kompas, dan Investor Trust.