Indonesia, negara dengan 127 gunung api aktif dan 12 UNESCO Global Geopark terbaru per 2025, menjadi surga tersembunyi bagi para pencinta petualangan ekstrem. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata Indonesia, pemerintah menargetkan 16-17,6 juta wisatawan mancanegara pada 2026 dengan fokus pada high-value niche tourism seperti adventure tourism dan geowisata berkelanjutan.
Apakah Anda termasuk traveler yang bosan dengan destinasi mainstream? Atau pencinta alam yang ingin menjelajahi kekuatan geologi bumi secara langsung? Artikel ini mengupas tuntas bagaimana Anda bisa merencanakan petualangan geowisata gunung api yang aman, bermakna, dan bertanggung jawab di Indonesia tahun 2026.
Apa Itu Geowisata Gunung Api dan Mengapa Trending 2026?

Geowisata (Geotourism) adalah konsep wisata berkelanjutan yang menggabungkan pelestarian warisan geologi, edukasi sains, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Berdasarkan pengertian dari Kementerian Pariwisata Indonesia, geopark adalah wilayah yang memiliki nilai geologi penting yang dikelola secara terpadu untuk tujuan konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi.
Indonesia berada di Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), menjadikan negara ini memiliki aktivitas vulkanik paling dinamis di dunia. Menurut data CNBC Indonesia (Desember 2025), terdapat tujuh gunung api yang sangat aktif sepanjang 2025: Semeru, Marapi, Ibu, Dukono, Lewotobi Laki-laki, Karangetang, dan Raung.
Mengapa Geowisata Gunung Api Booming di 2026?
Menurut laporan Travel and Tour World (Januari 2026), Kementerian Pariwisata Indonesia memprioritaskan pengembangan niche itineraries dengan fokus pada wellness, adventure, dan culinary excellence. Strategi ini bertujuan menarik wisatawan berkualitas tinggi yang stay lebih lama dan memberikan dampak ekonomi lebih besar kepada komunitas lokal.
Kampanye internasional “Go Beyond Ordinary” yang diluncurkan pada World Travel Market London (November 2025) menempatkan adventure tourism sebagai salah satu dari tiga pilar utama pariwisata Indonesia 2026, bersama dengan wisata gastronomi dan bahari.
12 Geopark UNESCO Indonesia: Destinasi Geowisata Terbaik 2026

Pada April 2025, UNESCO menambahkan Geopark Kebumen dan Geopark Meratus ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark, menjadikan total geopark Indonesia mencapai 12 kawasan.
Geopark dengan Aktivitas Vulkanik Aktif:
1. Geopark Batur (Bali) – Diakui UNESCO 2012
- Highlight: Kaldera Gunung Batur dengan danau kawah yang masih aktif
- Aktivitas: Trekking sunrise, hot spring natural, cycling tour
- Akses: 2 jam dari Denpasar
2. Geopark Rinjani-Lombok (NTB) – Diakui UNESCO 2018
- Highlight: Gunung Rinjani (3.726 mdpl) dengan Segara Anak crater lake
- Aktivitas: Multi-day trekking, camping, photography tour
- Update 2026: Jalur pendakian tetap buka sepanjang tahun
3. Geopark Ijen (Jawa Timur) – Diakui UNESCO 2023
- Highlight: Danau asam terbesar di dunia dan fenomena blue fire langka
- Aktivitas: Midnight trekking, sulfur mining tourism (etis)
- Catatan Keselamatan: Gunakan masker gas, ikuti instruksi guide lokal
4. Geopark Kaldera Toba (Sumatera Utara) – Diakui UNESCO 2020
- Highlight: Supervolcano yang meletus 74.000 tahun lalu membentuk Danau Toba
- Aktivitas: Island hopping Samosir, traditional Batak culture immersion
- Fakta Geologi: Salah satu letusan paling besar dalam sejarah manusia
Geopark Karst dan Formasi Geologi Unik:
5. Geopark Gunung Sewu (DIY-Jateng-Jatim) – Diakui UNESCO 2015 Berdasarkan studi jurnal Sustainability (Juli 2025), Geopark Gunung Sewu memberikan kontribusi signifikan terhadap Village Development Index (VDI) di tiga kabupaten: Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan.
6. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (Jabar) – Diakui UNESCO 2018
- Highlight: Fosil geologi 65 juta tahun, air terjun spektakuler
- Aktivitas: Geosite hopping, waterfall trekking, traditional fishing village tour
7. Geopark Maros-Pangkep (Sulsel) – Diakui UNESCO 2023
- Highlight: Formasi karst luas dengan jejak batuan purba era Kapur
- Aktivitas: Cave exploration, rock climbing, prehistoric art tour
8. Geopark Belitong – Diakui UNESCO 2021
- Highlight: Formasi granit eksotis hasil proses geologis jutaan tahun
- Aktivitas: Island hopping, snorkeling granite formations, mining heritage tour
9. Geopark Kebumen (Jawa Tengah) – Diakui UNESCO 2025 (TERBARU!)
- Highlight: Warisan geologis batuan purba, goa karst
- Potensi: Masih under-developed, peluang off-the-beaten-path travel
10. Geopark Meratus (Kalimantan Selatan) – Diakui UNESCO 2025 (TERBARU!)
- Highlight: Warisan geologi tropis, kekayaan budaya masyarakat adat Dayak
- Aktivitas: Jungle trekking, indigenous culture immersion
11. Geopark Sawahlunto (Sumatera Barat) – Dalam proses verifikasi UNESCO
- Highlight: Heritage tambang batubara, formasi geologi Ombilin
12. Geopark Raja Ampat (Papua) – Dalam proses pengembangan
- Highlight: Kekayaan geologi laut dan terrestrial terbaik dunia
- Status: Masih dalam tahap pengajuan ke UNESCO
7 Gunung Api Paling Aktif 2025: Panduan Keselamatan Adventure

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikutip CNBC Indonesia (Desember 2025), berikut gunung api dengan aktivitas intens sepanjang 2025:
1. Gunung Semeru (Jawa Timur)
- Status: Aktif konsisten Januari-Desember 2025
- Aktivitas: Erupsi dengan kolom letusan 100-1.000+ meter
- Catatan Adventure: Jalur pendakian dapat ditutup sewaktu-waktu. Cek status PVMBG sebelum berangkat.
2. Gunung Marapi (Sumatera Barat)
- Status: Aktif hampir sepanjang tahun
- Dampak: Hujan abu mencapai wilayah sekitar (800-1.500 meter ketinggian kolom)
- Rekomendasi: Siapkan masker N95, hindari area zona merah
3. Gunung Ibu (Halmahera Utara, Maluku Utara)
- Status: Paling intens 2025 – erupsi berkali-kali dalam sehari
- Kolom Abu: Hingga 2.000 meter ketinggian
- Level: Waspada tinggi, pantau update BMKG
4. Gunung Dukono (Halmahera Utara)
- Status: Aktif Februari-November 2025
- Karakteristik: Aktivitas stabil dengan erupsi berkala
- Tips: Selalu cek informasi sebelum aktivitas outdoor
5. Gunung Lewotobi Laki-laki (Flores, NTT)
- Status: Siaga dan terpantau konsisten
- Potensi: Zona geowisata menarik dengan pemandangan spektakuler
6. Gunung Raung (Jawa Timur)
- Status: Erupsi berulang Juni 2025
- Catatan: Puluhan kali letusan dalam periode singkat
7. Gunung Merapi (DIY-Jateng)
- Status: Ikon aktivitas vulkanik Indonesia
- Zona: Sleman, Klaten, Magelang, Boyolali selalu waspada
- Wisata: Lava tour, museum vulkanologi, observation deck tersedia
PENTING – Protokol Keselamatan Geowisata Gunung Api:
- ✅ Selalu cek status gunung api di MAGMA Indonesia (magma.esdm.go.id)
- ✅ Daftar ke Pos Pendakian resmi, jangan hiking ilegal
- ✅ Gunakan guide lokal bersertifikat IVGA (Indonesian Volcano Guide Association)
- ✅ Siapkan emergency kit: masker N95/gas mask, P3K, GPS tracker
- ✅ Monitor update dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi)
- ✅ Hindari zona larangan yang ditetapkan BNPB
Tren Adventure Tourism Indonesia 2026: Data dan Insight

Berdasarkan berbagai sumber terverifikasi, berikut tren yang membentuk geowisata adventure Indonesia 2026:
1. Experience-Based Tourism Sebagai Prioritas
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan dalam peluncuran Wonderful Indonesia Outlook 2025 (November 2025) bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi kualitas pengalaman wisatawan.
Tiga faktor kunci membentuk perjalanan 2026:
- Kemajuan teknologi (digital booking, virtual tour)
- Pariwisata berkelanjutan (eco-tourism, community-based tourism)
- Personalisasi perjalanan (customized itinerary, niche interests)
2. Konektivitas Sebagai Kunci Pertumbuhan
Menurut Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini (Desember 2025), data BPS menunjukkan 71,52% wisatawan mancanegara masuk Indonesia via jalur udara.
Pemerintah tengah meningkatkan konektivitas dengan:
- Aktivasi 36 bandara internasional baru
- Penambahan rute penerbangan domestik ke destinasi adventure
- Kolaborasi pemerintah pusat-daerah untuk infrastruktur akses
3. Visa Reforms dan Digital Innovation
Indonesia tengah menyederhanakan kebijakan Visit Visa untuk mengurangi hambatan administratif. Sistem digitalisasi pariwisata mencakup:
- Integrated licensing systems
- Enhanced event management platforms
- Tourism insurance programs expansion
4. Fokus pada Destinasi Emerging dan “10 New Balis”
Untuk meratakan manfaat ekonomi pariwisata, pemerintah mengembangkan destinasi prioritas baru:
- Danau Toba (Sumatera Utara)
- Borobudur (Jawa Tengah)
- Mandalika (Lombok)
- Labuan Bajo (Flores)
- Likupang (Sulawesi Utara)
- Raja Ampat (Papua Barat)
Investasi infrastruktur memastikan akses ke lokasi remote tanpa mengorbankan kelestarian alam.
5. Upskilling 400.000 Tenaga Kerja Pariwisata per Tahun
Pemerintah berkomitmen meningkatkan daya saing SDM pariwisata melalui program upskilling dengan target 400.000 orang per tahun (Sumber: Kemenko Perekonomian, Januari 2026).
Program ini meliputi:
- Pelatihan guide profesional
- Sertifikasi keselamatan adventure tourism
- Training hospitality dan service excellence
- Digital marketing untuk UMKM wisata
Baca Juga Kerja Remote di Kapal via Starlink Gaji Dollar 2026
Cara Merencanakan Geowisata Gunung Api yang Bertanggung Jawab
Prinsip Sustainable Geotourism:
1. Leave No Trace
- Bawa pulang semua sampah, termasuk organik
- Gunakan jalur yang sudah ada, jangan membuat jalur baru
- Hormati flora-fauna, no touching/feeding wildlife
2. Support Local Economy
- Gunakan guide lokal bersertifikat
- Menginap di homestay atau eco-lodge komunitas
- Beli produk kerajinan dan kuliner dari penduduk setempat
3. Respect Cultural Heritage
- Pelajari adat istiadat lokal sebelum berkunjung
- Minta izin sebelum foto ritual atau upacara adat
- Dress appropriately, terutama di area suci
4. Education Over Exploitation
- Ikut program edukasi geologi dari geopark
- Partisipasi dalam conservation volunteer program
- Share pengalaman untuk awareness, bukan showing off
Checklist Persiapan Adventure:
Fisik & Mental:
- □ Medical check-up termasuk jantung dan pernapasan
- □ Training fisik minimal 1 bulan sebelum trekking berat
- □ Vaksinasi yang direkomendasikan (Hepatitis A/B, Tetanus, Typhoid)
Dokumentasi:
- □ ID Card/Passport + fotokopi
- □ Travel insurance dengan coverage adventure activity
- □ Emergency contact lokal (BPBD, SAR, rumah sakit terdekat)
- □ Booking confirmation guide dan akomodasi
Gear Essentials:
- □ Trekking boots dengan ankle support
- □ Layered clothing (base layer-insulation-shell)
- □ Headlamp + spare batteries
- □ Navigation (GPS device/smartphone + offline map)
- □ First aid kit personal
- □ Masker N95/gas mask (untuk area vulkanik aktif)
- □ Sunblock SPF 50+, sunglasses, hat
- □ Water purification tablets/filter
- □ High-calorie snacks
Communication:
- □ Portable charger/power bank
- □ SIM card lokal dengan sinyal di area trekking
- □ Whistle untuk emergency signal
- □ Download aplikasi MAGMA Indonesia
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Geowisata Gunung Api Indonesia 2026
1. Apakah aman melakukan geowisata di gunung api aktif?
Ya, aman jika mengikuti protokol keselamatan dan selalu cek status aktivitas vulkanik. Indonesia memiliki sistem monitoring gunung api 24/7 melalui PVMBG. Selalu gunakan guide bersertifikat, patuhi zona larangan, dan perhatikan level status gunung (Normal, Waspada, Siaga, Awas). Hindari mendaki saat status Siaga atau Awas.
2. Kapan waktu terbaik untuk geowisata gunung api di Indonesia?
Musim kemarau (April-Oktober) adalah waktu ideal untuk pendakian gunung dengan cuaca lebih stabil dan risiko hujan rendah. Untuk pengalaman sunrise spektakuler, kunjungi pada shoulder months (April dan Oktober) dengan less crowds dan harga lebih terjangkau. Hindari musim hujan (November-Maret) karena risiko longsor dan jalur licin.
3. Berapa budget yang dibutuhkan untuk geowisata gunung api 3-4 hari?
Budget bervariasi tergantung destinasi dan gaya perjalanan. Estimasi untuk trip 3-4 hari (backpacker style): transportasi Rp 500.000-1.000.000, guide lokal Rp 300.000-500.000/hari, akomodasi homestay Rp 100.000-200.000/malam, makan Rp 150.000-250.000/hari, permit dan entrance fee Rp 100.000-300.000. Total: sekitar Rp 2.500.000-4.500.000/orang. Untuk premium experience dengan private guide dan better facility, budget bisa 2-3x lipat.
4. Perlukah menyewa guide lokal untuk pendakian gunung api?
Sangat direkomendasikan, bahkan wajib untuk beberapa gunung. Guide lokal memiliki pengetahuan mendalam tentang kondisi jalur, perubahan cuaca, dan tanda-tanda aktivitas vulkanik. Mereka juga trained dalam first aid dan emergency evacuation. Beberapa gunung seperti Rinjani dan Batur mengharuskan guide lokal. Menyewa guide juga langsung mendukung ekonomi komunitas.
5. Bagaimana cara cek status aktivitas gunung api sebelum berangkat?
Akses website resmi MAGMA Indonesia di magma.esdm.go.id atau download aplikasi mobile “MAGMA Indonesia”. Website ini menyediakan real-time monitoring seluruh gunung api di Indonesia dengan update level status, seismik, visual, dan rekomendasi. Bisa juga follow media sosial @infoBMKG dan @bnpb untuk update breaking news. Selalu cross-check dengan Pos Pendakian lokal sebelum mulai trek.
6. Apa yang harus dilakukan jika terjadi erupsi saat sedang mendaki?
Tetap tenang dan ikuti instruksi guide. Jika jauh dari kawah, segera turun ke area lebih rendah mengikuti jalur evakuasi yang sudah ditentukan. Jika dekat kawah dan terjadi erupsi mendadak: cari shelter (batu besar, cekungan tanah), lindungi kepala dan leher dengan ransel, gunakan masker basah untuk menutupi hidung-mulut dari abu vulkanik. Setelah aman, segera lapor ke Pos Pendakian atau hubungi emergency number 112. Jangan coba foto atau video saat kondisi bahaya!
7. Apakah geowisata Indonesia cocok untuk solo traveler atau family dengan anak?
Sangat cocok untuk keduanya dengan pemilihan destinasi yang tepat! Solo traveler bisa join open trip atau private tour dengan group lain. Banyak komunitas adventure Indonesia yang rutin organize trip. Untuk family dengan anak, pilih geopark dengan trek easy-moderate seperti Geopark Batur (sunrise trekking ramah anak 10+), Geopark Ciletuh (waterfall hopping), atau Geopark Belitong (island hopping). Hindari trek extreme seperti Rinjani atau Semeru untuk anak di bawah 15 tahun.
Indonesia Sebagai Destinasi Geowisata Gunung Api Kelas Dunia 2026
Indonesia dengan 12 UNESCO Global Geopark dan 127 gunung api aktif menawarkan pengalaman geowisata adventure yang sulit ditandingi negara lain. Target pemerintah untuk menyambut 16-17,6 juta wisatawan mancanegara pada 2026 bukan sekadar angka, tetapi komitmen untuk menghadirkan high-value, experience-based tourism yang berkelanjutan.
Key Takeaways:
- Geowisata gunung api menggabungkan adventure, edukasi sains, dan pemberdayaan komunitas lokal
- Indonesia memiliki 7 gunung api paling aktif di 2025: Semeru, Marapi, Ibu, Dukono, Lewotobi Laki-laki, Raung, dan Merapi
- Geopark Kebumen dan Geopark Meratus adalah tambahan terbaru UNESCO (2025)
- Prioritas 2026: konektivitas, simplifikasi visa, digital innovation, dan upskilling SDM
- Keselamatan adalah prioritas utama: selalu cek MAGMA Indonesia dan gunakan guide lokal bersertifikat
Action Plan Anda:
- Pilih geopark sesuai level pengalaman dan minat (volcano trekking, cave exploration, marine adventure)
- Cek kalender aktivitas vulkanik dan musim terbaik untuk berkunjung
- Pesan guide lokal bersertifikat dan akomodasi eco-friendly
- Siapkan fisik, mental, dan gear yang memadai
- Travel responsibly: Leave no trace, support local economy, respect culture
Jangan tunggu sampai destinasi favorit Anda overrun dengan mass tourism! 2026 adalah tahun terbaik untuk menjelajahi kekuatan geologi Indonesia sebelum semakin mainstream. Bagikan pengalaman geowisata Anda di kolom komentar untuk inspirasi fellow adventurers!
Sumber Referensi
Data Pariwisata Indonesia 2026:
- Kementerian Pariwisata Republik Indonesia – Target Wisatawan 2026 (kemenpar.go.id)
- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI – Rapat Koordinasi Kepariwisataan 2026 (ekon.go.id)
- Badan Pusat Statistik (BPS) – Data Kunjungan Wisatawan Mancanegara November 2025
Geopark dan Geologi:
- UNESCO – Indonesia UNESCO Global Geoparks List 2025 (unesco.org)
- Detik.com – “Geopark di Indonesia yang Diakui UNESCO, Ini Daftar Terbaru 2025” (25 April 2025)
- ANTARA News – “Geopark: masa depan pariwisata Indonesia” (25 Juni 2025)
- Jurnal Sustainability – “Quantifying the Geopark Contribution to the Village Development Index” (23 Juli 2025)
Aktivitas Vulkanik:
- CNBC Indonesia – “7 Gunung Api Indonesia Paling Aktif di 2025, Meletus Berkali-Kali” (28 Desember 2025)
- Sumsel Terkini – “Mengenal Gunung Api Aktif Indonesia 2025” (Desember 2025)
Strategi Pariwisata:
- Travel and Tour World – “Indonesia’s Ministry of Tourism Prioritizes High-Value Niche Itineraries for 2026” (13 Januari 2026)
- Harapan Rakyat – “Target Pariwisata Indonesia 2026 dan Strategi Kemenpar Raih 17 Juta Wisatawan” (2 Januari 2026)
- Republika – “Pemerintah Targetkan 17,6 Juta Wisatawan Mancanegara pada 2026” (23 Desember 2025)
Monitoring Gunung Api:
- MAGMA Indonesia – magma.esdm.go.id
- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) – vsi.esdm.go.id
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) – bnpb.go.id
Disclaimer: Informasi aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek status terkini di MAGMA Indonesia dan PVMBG sebelum melakukan perjalanan. Penulis dan penerbit tidak bertanggung jawab atas risiko yang timbul dari keputusan perjalanan pembaca.
Connect & Share: Bagikan artikel ini ke fellow adventurers yang sedang merencankan geowisata Indonesia 2026! Untuk pertanyaan lebih lanjut, hubungi Kementerian Pariwisata RI atau komunitas adventure tourism Indonesia.
